Showing posts with label Pelajaran hidup. Show all posts
Showing posts with label Pelajaran hidup. Show all posts

Satu kepingan; memberi dan menerima

Pagi ini...na lebih pagi ke kantor, dan belum ada satu orangpun yang hadir....memejamkan mata sejenak dan tiba-tiba terlintas kisah ketika na pertama kali merasakan bahwa antara memberi dan menerima adalah satu kepingan yang tak pernah terpisah.....ini kisahnya....:)

Pada suatu sore, na sedang menunggu seorang dosen di sebuah kampus negeri di kota Medan untuk mengurus jadwal sidang skripsi. Di tengah penantian tersebut, na melihat seorang teman sedang menangis dan lari tergesa-gesa menuju sebuah ruangan yang ada di kampus. Melihat hal tersebut, na langsung bergegas menuju kesana dan mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Sambil terisak-isak teman tersebut menjelaskan bahwa skripsinya ditolak dan ia harus mulai dari awal lagi sementara jadwal wisuda sudah sangat dekat yaitu tinggal 3 bulan lagi. Jika tidak bisa mengejar wisuda periode ini maka itu artinya ia harus membayar uang kuliah lagi dan ia sama sekali sudah tidak punya uang. Mendengar hal tersebut, na terdiam sejenak dan kemudian dengan kobar semangat 45 na mengajukan diri untuk membantunya menyelesaikan skripsinya. Setelah na mengatakan hal tersebut tangisnya mulai berhenti dan dia memegang tangan na dengan sangat erat dan berkata “ terima kasih…betapa beruntungnya saya mengenal kamu!” . Na hanya tertegun dan merasakan untuk pertama kali ternyata begitu indah ketika bisa berarti untuk orang lain. Ketika melihat senyum kecilnya mulai merekah maka ujung bibir ini juga ikut tertarik dan memberikan senyum bahagia. Pada saat ini na berfikir…sungguh sebenarnya yang bahagia adalah diri ini…dan yang sangat beruntung adalah jiwa ini...ternyata...ternyata aku bisa membuatnya tersenyum.

Satu bulan penuh na tidur di rumahnya dan membantunya mengerjakan skripsinya dan alhamdulillah akhirnya skripsi itu dapat selesai selama 1, 5 bulan. Sidang skripsipun akhirnya digelar dan ia mendapatkan nilai yang cukup memuaskan. Mengetahui hal tersebut, na melompat kegirangan sambil berteriak bahagia.. Sesungguhnya bukan hanya dia yang menerima kebahagiaan namun na juga menerima kebahagiaan.
Kisah ini mengajari diri ini akan kekuatan memberi. Ketika kita memberi maka secara bersamaan sesungguhnya kita juga sedang menerima. Memberi dan menerima merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan.

Kekuatan memberi (dan menerima) ini demikian dahsyat karena merupakan esensi dari alam semesta itu sendiri. Alam semesta berjalan menurut sirkulasi memberi dan menerima. Coba kita perhatikan. Dalam seluruh fenomena alam, terjadi sebuah mekanisme memberi dan menerima. Manusia menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman, menggunakan karbon-dioksida dalam proses fotosintesa, dan membebaskan oksigen.

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: Apakah yang harus saya berikan? Yah…ini kerap sekali muncul…maka jawabnya sesungguhnya hanya satu…berikanlah apapun yang bisa anda berikan. Memberi tidak harus dalam bentuk harta dan materi…memberi bisa dalam bentuk cinta dan kasih sayang yang anda miliki, bisa dalam bentuk ilmu dan kata yang anda kuasai, bisa dalam bentuk tahta yang anda miliki…

- Cinta. Mungkin Anda langsung tertawa. Ah, kalau cuma cinta saya sudah berikan setiap saat untuk keluarga saya. Mungkin Anda benar. Yang harus Anda ingat adalah, seperti kata Stephen Covey, Cinta adalah kata kerja, bukan kata benda. Artinya, harus di praktek-kan. Ya, kalau Anda sudah memiliki cinta untuk orang-orang terdekat Anda, praktek-kan. Berapa kali Anda dalam sehari memeluk dan mengusap kepala anak Anda? Dan mengucapkan bahwa Anda sayang anak Anda?

- Pengetahuan. Anda pasti tahu sesuatu labih baik dari seseorang. Mungkin Anda jago memasak gulai asem, tulis dan bagikan. Anda pintar dalam mengurus tanaman asparagus? Bagikan. Bagikan pengetahuan Anda, karena semakin banyak anda membagi pengetahuan anda semakin banyak pula pengetahuan itu bertambah. Dengan anda membaginya..mungkin akan ada yang memberi masukan, yang bertanya, yang menambahkan sehingga anda semakin mengetahui apa yang belum anda ketahui.

Pengorbanan.......now is my turn...

Pengorbanan......kata yang gampang diucapkan namun tidak untuk difahami.....kata yang sering kita claim telah melakukannya padahal kita tidak tau apa-apa soal berkorban.....banyak yang menyebut bahwa ia telah berkorban untuk orang lain, namun pada kenyataannya ia tidak sedang berkorban melainkan ia sedang menunggu sebuah balasan dari apa yang ia lakukan.....ada pula yang mengatakan ia telah berkorban namun sesungguhnya ia sedang mengeluarkan energi untuk mencapai impiannya....lantas bagaimana sebenarnya ketika ia benar-benar telah berkorban???

Aku memiliki seseorang yang dengan segenap jiwanya adalah untuk berkorban pada orang lain. tapi karena malam ini tiba-tiba ngantuk.....mau bobo dulu.....besok disambung....

Pertama Menantang Jakarta...........Jakarta ternyata bersahabat

Pertama menantang jakarta...........aku ditemani oleh seorang sahabat....Andina....dia manja, dia manis, dia ngambekan, dia anggun, dia wanita sholihah...dia menyayangiku...dan akupun menyanginya....Dia yang membantuku berdiri tegak untuk menantang sesaknya kota jakarta...

Akhir tahun 2006, masih di kota Medan, aku berkata..Din..aku pengen ke jakarta, mau ambil kuliah S-2 di UI, tapi aku belum pernah kesana, aku gak punya saudara, aku gak tau harus kemana, terus gimana ya din? aku juga gak berani naik pesawat...tapi aku mau kuliah din....
Dina berkata.....ya udah ayuk...kita ke jakarta....na juga sekalian mau main dan liat-liat S-2...(saat itu dina belum nikah ya din...dan sebenarnya waktu itu emang mau liat S-2 atau cuma nemanin tina ya din?...hihihi....)

Dengan haru biru, kamipun ke Jakarta dan aku dijemput oleh Dina dan ayahnya untuk ke stasiun bis....kami pergi kegirangan...dengan dilepaskan oleh teman-teman kostku dan bapak kost Dr.Aznan lelo serta ummi yang saat itu juga turut mendoakan dan mengatakan...hati-hati disana..ingat sholat...dan kejarlah mimpimu....Sementara, keluargaku sendiri tidak tau bahwa aku akan berangkat kecuali abang yang ada di pekanbaru karena memang aku tak ingin membuat mereka resah dan ribet...sementara mereka sendiri juga banyak yang harus dipikirkan....aku hanya menyampaikan niatku dan bertanya, apakah jika aku mengambil S-2 di Jakarta mereka akan mau membantu membiayainya, dan mereka menjawab "tentu sayang....apapun itu selama untuk mengembangkan diri akan didukung....tapi kalau bisa gak usah jauh-jauh ya.....tunggu buka di medan saja....jadi kuliahnya di medan aja...... Nah, mendengar hal itulah kenapa akhirnya aku berfikir untuk menjalaninya dulu tanpa mengasih tau semuanya dan baru ngasih tau kalau udah lulus dan udah di jakarta aja..."Maaf ma...pa...bukannya tidak menghargai mama dan papa....tapi na pengen ke Jakarta dan na tau kalian pasti cemas....tapi sungguh...I LOVE YOU."

Sesampai di bandara...semua diatur oleh abangku dan andina...(maklum...masih cupu dan gak ngerti juga mau ngapain...)...Andina yang menjelaskan dan mengurus semuanya...bahkan hingga koper ku yang segede gambreng di bawakan oleh andina...(din...thanks ya....kopernya masih utuh,...dan ternyata setelah disadari emang gede banget ya....hhihiii...). Sesampai di pesawat, aku degdegan..dan dina menenangkan dan memegang tanganku......

Akhirnya sekitar 1 jam 45 menit, kami sampai di jakarta...dan sesampai disana dina berinisiatif untuk menarik tina dan mengajak naik damri...."din...kita sampai jakarta...sambil ketawa geli dan cekikikan seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan yang sangat diinginkannya...."
tak berapa lama bis damri pun datang dan kami naik". Di dalam bis, kami berkenalan dengan seorang wanita yang ternyata bekerja di Garuda Airline...setelah akrab...kami pun bertanya..gimana caranya ke depok ya? lalu ia berkata,...ntar turun bareng saya dan kalian naik taksi aja setelah itu...okeh...kitapun menuruti saran si ibu...lalu tidak berapa lama...kamipun turun dan naik taksi....hihih.....sebenarnya kami tidak tau persis alamat yang dituju sehingga emang gak salah taksi nya juga yang sedang bingung akan membawa kami kemana....hihih....akhirnya melihat ketidakjelasan ini...sementara argo terus meningkat dan taksi hanya mutar-mutar kami memilih turun di depan mall depok.

Dengan sedikit muka kesal dan dengan tubuh yang lelah ditemani koper segede gamreng itu....kami mencoba tersenyum dan tertawa geli....kita nyampe jakarta juga...hihihi....dan kamipun segera menelephon teman kami bernama Dian Ulfa untuk menjemput di mall depok karena tidak tau harus kemana dan gak ngerti...Dian pun berkata..ya udah tunggu aja...ntar aku samperi tapi ntar ke kampus dulu ya.....

Sambil menunggu, perut mulai keroncongan, dan melihat duit yang tinggal sedikit...kami memutuskan untuk membeli gorengan...hihi....itupun dengan porsi sedikit karena gorengannya relatif kecil dan mahal....maklum beda dengan gorengan medan..."mmm....rasanya gorengan saat itu sangat nikmat....tapi menjadi lebih nikmat karena pada akhirnya...impian tina untuk ke jakarta terwujud...."

Beberapa waktu, Dian tiba dan mengajak kami naik ke mobil avanza nya dan kamipun naik dan ikut melaju menuju universitas...sebuah universitas impian yang dari sejak SMU ingin rasanya ke sini namun tak mendapatkan restu....mmm....menarik nafas dalam dan bersyukur...akhirnya menginjakkan kaki ke sini....

2 hari berikutnya, akupun kembali ke universitas tersebut dan menyerahkan seluruh administrasi pendaftaran ujian S-2. Ups....ada yang terlupa yaitu judul skripsi S-1 harus di legalisir....mmm....gimana caranya ya sementara itu semua ngurusnya di medan. Akhirnya menelphon Bro Midi (thanks midi....) dan meminta untuk diuruskan...dan berkas tersebut sampai di tangan 2 hari setelahnya....Hingga akhirnya semua beresssss..........

Nah....keluarlah pengumuman tempat pelaksanaan ujian, dan aku pun tak tau salemba itu letaknya dimana...sementara andina udah berangkat ke bandung, dan dian tidak bisa mengantarkan....pusing 7 keliling....ahkirnya aku diberitahu oleh seorang teman bahwa mantan pacarku waktu smp ternyata di jakarta...dan akupun menghubunginya...ups...ternyata dia dengan senang hati mengantarkanku 1 hari sebelumnya...mmm.....tapi, ternyata tempatnya sangat jauh sementara ujian akan dimulai sangat pagi...akhirnya aku pusing kembali memikirkan gimana caranya nyampe jam 7 pagi.....eh...ternyata teman menginformasikan bahwa ternyata ada juga teman S-1 USU yang mencoba ujian yaitu Irene...lalu akupun menelp irene dan bertanya dimana lokasinya...akhirnya irene menjelaskan dan mengajak bareng aja..nginap di tempat kakaknya... akhirnya aku bersama irene dan melaksanakan ujian dengan sempurna...

Setelah ujian berlangsung, teman-teman pulang ke medan...tapi aku berpikir..kalau pulang maka aku gak berani naik pesawat, lagian uang juga sudah mulai menipis...aku harus bertahan...sementara pengumuman S-2 baru akan keluar setelah 1 bulan...mmm...otak terus berputar dan berpikir gimana caranya bertahan hidup di jakarta. Sementara aku juga sudah tidak enak, numpang di tempat teman. Akhirnya, aku berfikir untuk mencari pekerjaan saja....Akupun ke warnet dan membuka lowongan kerja di jobsdb. com. dan alhamdulillah aku menemukan ada posisi HR untuk HMC di kemang...akhirnya aku melamar dan 3 hari kemudian akupun dipanggil...

Melihat antrian yang wawancara, jantung getar getir....aku menatap setiap yang datang...mereka tampak cantik dan rapih dengan setelan blazer, sementara aku hanya menggunakan kemeja biasa dan seadanya tanpa make up yang berarti. Aku mencoba memecahkan ketegangan dengan menyapa mereka....dan ntah kenapa...kali ini aku bertemu dengan orang-orang yang cukup sombong. Mereka menjawab seadanya dan sebagian besarnya adalah lulusan universitas ternama di jakarta, bandung dan jogya.

Jujur...aku ingin mundur saat itu...aku berkecil hati...dan gak pede...aku berfikir...dari medan, gak punya pengalaman yang berarti dan bersaing dengan orang- orang ini, apa bisa? mmm....tapi aku ingat kata-kata ibuku "nak....dimanapun kamu berada, ketika sedang merasa kerdil, maka ingatlah....kamu istimewa...karena Allah menciptakanmu dengan kasihNya, namun ketika kamu merasa hebat...ingatlah bahwa kamu kerdil karena kamu hanya ciptaan Allah yang maha Besar". Akhirnya aku mencoba bertahan....

setelah orang ke-7, akupun di panggil masuk dan diwawancara....Banyak pertanyaan diajukan dan semua mengenai sesuatu yang aku kuasai....dan diapun bertanya..kamu bisa bahasa inggris? dan aku menjawab...bisa...dia tanya lagi, bagus? aku bilang..bagus...
Dan...kamu tau? Allah memang maha mendengar....dia tau aku butuh kerjaan....dan saat itu, tanpa basa basi, si pemilik HMC berkata...kamu kapan bisa mulai kerja? lalu aku jawab sekarang juga boleh...dan dia langsung berkata....baik...kamu sekarang ke dalam dan akan dijelaskan apa yang akan menjadi tanggungjawabmu..." ups...nyaris tidak percaya....sementara di belakangku yang ngantri untuk wawancara masih 12 orang lagi....Namun, aku bersyukur "alhamdulillah....Allah selalu punya cara untuk membantu hambaNya."

Semua terasa sangat cerah....teman di kantor baru itu sangat ramah, namanya mbak Anna..lalu di akhir jam kerja sekitar jam 5 sore, dia menawarkan aku kost di tempatnya saja karena ibunya baik dan dekat banget dari kantor...Kemudian, aku berpikir...aku memang harus nyari kost karena gak mungkin di tempat teman terus...dan akhirnya aku bersama dengan mbak Anna menuju kost tersebut...mmm....tempatnya luas dan besar. Posisinya di lantai 2 sementara di lantai 1 adalah tempat tinggal bapak dan ibu kostnya. Mmm....tanpa mikir panjang akupun setuju untuk kost di sini....dan mengambil satu kamar. 2 hari berikutnya akupun pindah ke Kemang ini dan memulai hari bekerja...

Senang sekali..........ternyata Jakarta bersahabat....ternyata Jakarta menawarkan sejuta pesona yang membuatku berpikir bahwa ini tempat yang bagus untuk berkembang. Pekerjaan yang kutangani sangat menantang dan berhubungan dengan orang luar negeri alias foreign. Aku membuat proposal, menghubungi klien, memfollow up program dan melaksanakan wawancara untuk outsourching pegawai...Semua sempurna...Aku menjalaninya dengan hati gembira....

3 minggu bekerja, aku mendapatkan SMS dari UI, bahwa ternyata aku lulus S-2. SAat itu aku berteriak dengan sangat keras...karena jujur aku sempat gak PD bahwa akan lulus mengingat soal ujian yang sulit terutama bagian LOGIKA itu...mm.....segera mengambil HP dan menelphon orang tua..."Mama.....papa....na lulus S-2, dan na sekarang udah di Jakarta...". Spontan mereka terkejut...mereka tidak menyangka bahwa apa yang na katakan na akan lakukan...lalu papa berkata "serius....terus...kamu disana dimana sama siapa....kok gak bilang? ya sudah...terus gimana?". Akupun menjelaskan harus bayar uang pangkal sebanyak 13 jt. dan memberitahukan deadlinenya. Spontan mama dan papa senang dan mengirimkan uang tersebut 2 hari kemudian.

mmm................hari-hari kuliah di mulai........berkenalan dengan orang-orang baru. AKu menikmatinya.....tapi......ada sedikit masalah...ternyata kuliahnya full dan gak bisa kerja...sehingga aku harus mengundurkan diri dari tempat bekerjaku...Dengan sangat menyesal aku menjelaskan pada mereka bahwa aku harus resign karena lulus S-2. Mereka tampak kecewa tapi apa mau dikata....mereka akhirnya memberikan gajiku 3 minggu dan mendoakan agar aku sukses....

Kuliah berlangsung dan akupun menyelesaikan tugas dengan cukup baik.....tapi 2 bulan telah kuliah...aku berpikir...kalau cuma kuliah aja repot nih ceritanya, gimana mau beli buku dan pakaian..gak mungkin minta terus...aku harus membiayai biaya hidup sendiri....biar ortu cuma biaya kuliahnya aja.......maka aku memutuskan untuk mencari pekerjaan yang bersifat freelance....Dan...baru saja pikiran itu ada, aku melihat di papan pengumuman bahwa ada sebuah konsultan yang bernama Kubik membutuhkan freelance facilitator. Akupun melamar dan mengikuti proses pelatihan...akhirnya aku diterima bergabung dan menjadi fasilitator saat itu di hotel Manhattan...

Alhamdulillah semua berjalan lancar....kuliah selesai dengan prestasi yang sangat memuaskan...dan karir di kubik pun semakin baik...di akhir kuliah saat lagi nyusun thesis...na diundang mas Indra, pak Jamil dan pak Farid Poniman untuk bergabung di kubik full time sebagai consultant....dan tawaran itu langsung kuterima namun dengan beberapa persyaratan, seperti kerja hanya 3 kali dalam seminggu saja... dan permintaan itu dipenuhi. Akhirnya aku menutup tahun terakhirku di kuliah dengan thesis di kubik sehingga sambil menyelam minum air..

Terima kasih ya Allah...kau lancarkan semua....Aku mendapatkan gelar M.Psi, dengan predikat cum laude dan tanpa menunggu waktu aku sudah pula bekerja dengan mengukir beberapa prestasi sebagai consultant......terima kasih...dan...kelak ke depan...aku ingin punya sekolah gratis ya Allah...aku ingin memiliki minimal 50 anak asuh yang akan aku didik ya Allah....kabulkan ya Allah...

Maka....nikmat Allah manakah yang kau dustakan?
Ya Allah....ampuni hamba dengan segala kesombongan hamba selama ini...
ampuni pula hamba karena kerap kali melupakanmu di tengah kesibukan hamba...

dan Terima Kasih ya Allah...karena masih kau beri kesempatan untuk menyadari besarnya nikmatmu dan kesempatan untuk kembali semakin dekat denganMu. KEEP ISTIQOMAH.....

Suamiku sayang......

kring...bunyi handpone berbunyi tatkala aku sedang mencoba menarik bedcover yang menawarkan kehangatan di hari yang sangat dingin ini...........mmm....tak kukenali nomor tersebut, tapi kucoba mengangkatnya dengan sedikit ngantuk..."halo...siapa ini?" dan ternyata tidak ada jawaban.....yang terdengar hanya isak tangis dengan nafas tersengal....

lalu aku diam sejenak dan kemudian berkata...."jika mau menangis, teruslah menangis...na akan mendengarmu...". lalu ia melanjutkan tangisnya dengan semakin terisak-isak....setengah jam..aku hanya mendengar tangisan tersebut lalu tiba-tiba ia berkata..."tina.....kurang apa sih aku selama ini? aku selalu menuruti setiap katanya, dan aku selalu mengalah...tapi kenapa ia menghianatiku dengan tidur dengan wanita lain?"mendengar keluhannya, aku hanya diam karena kutahu saat ini ia hanya butuh untuk di dengar , ia hanya butuh tempat untuk melimpahkan seluruh amarahnya.

Masih dengan isak tangisnya ia berkata " padahal kami udah pacaran 7 tahun, dan baru menikah 1 tahun...tapi kenapa...kenapa aku seolah tak mengenalnya? apa aku sudah tak cantik lagi untuknya? atau aku sudah tak menarik lagi?". Mendengar itu semua, aku menarik nafas dan berkata "mmm..." lalu dia berkata "tina...kenapa hanya diam? benar aku sudah tidak cantik lagi?" . Aku hanya tersenyum kecil dan berkata "sayang....kamu cantik!" lalu ia menjawab "kalau aku cantik kenapa ia tidur dengan wanita jalang itu..yang jelas-jelas lebih jelek dari aku, kenapa tin?" Aku sudah pernah mengetahuinya dan akupun mendatangi wanita itu dan menamparnya...tapi kenapa itu tidak membuat mereka kapok? kenapa diulangi lagi?. Aku sudah protektif dan selalu mengecek keberadaan suamiku dengan selalu menelphonnya dan mencari tau dia dengan siapa sehingga ia tidak punya kesempatan bertemu wanita itu...tapi kenapa ia masih juga mengkhianatiku?...mendengar itu, aku hanya menarik nafas dan mengatakan...iya..aku tau...lalu ia menambahkan...."kurang apa tin? aku setiap pulang kerja sudah capek..tapi kalau dia minta bercinta..aku tak pernah menolak...meskipun aku lelah dan tidak ingin...tapi aku pasrah aja..." ...tina.....aku benci dia......apa yang harus kulakukan?

sayang...jika aku dalam posisi ini maka yang aku lakukan adalah:
  1. aku tak akan pernah mendatangi wanita itu dan menamparnya, karena itu akan menunjukkan ketidakdewasaanku. Aku kan mencoba bersikap bijaksana dengan mengatakan pada suamiku bahwa aku sudah tahu dia selingkuh dan aku akan memenangkan hatinya untuk hanya mencintaiku. Akan kukatakan aku percaya bahwa ia khilaf dan tidak akan mengulangnya. Dan mengajaknya memperbaiki semuanya...
  2. Pada saat bersamaan aku akan bercermin melihat diriku dan mencari sesuatu yang dapat aku lakukan untuk kembali menarik perhatiannya. Kalau selama ini aku di rumah tidak dandan dan tidak wangi, maka aku akan memperbaikinya. Aku justru akan lebih banyak berdandan dan menggunakan pakaian menarik dan wangi yang ia suka...sehingga ia sadar bahwa di rumah telah ada seseorang yang menunggu dan berdandan untuknya. Kenapa kalau kita keluar rumah kita begitu heboh dengan pakaian, dan kenapa justru ketika menyambut suami kita terlihat sangat kacau? Maka...aku akan memilih pakaian terbaik untuk menyambutnya....
  3. Aku tak akan mengunkungnya dengan pertanyaan-pertanyaan kamu dimana dengan siapa berbuat apa...karena aku tau..menjadi orang yang tidak dipercaya adalah tidak enak....maka cobalah untuk memberikan kepercayaan sekali lagi. Biarkan ia yang memilih untuk tidak menyakitimu.....jangan kau yang memaksa ia...
  4. Aku pun akan lebih terbuka padanya ketika bercinta dengannya...bercinta memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan rumah tangga....tapi aku yakin, ketika urusan bercinta atau ranjang tidak kelar dan bermasalah...maka godaan untuk yang lain akan terbuka lebar...Oleh karena itu, kenalilah suamimu dan cari taulah apa yang membuat ia merasa nyaman ketika bercinta denganmu....mungkin, ia suka ketika merasa perkasa dan mampu membuat kamu puas...maka ekspresikan...atau mungkin ia suka ketika kamu yang lebih aktif...maka cobalah....Jangan sekalipun berfikir kamu sudah melakukan yang terbaik, mintalah feedback darinya ketika berada pada situasi yang tepat...(cie...kayak udah pengalaman aja yak?)
  5. ntar dech nyambungnya.........laperrrrrrrrrrrr............mau maam dulu

"Unconditional Love", 17 Januari 2009

Hari ini siang begitu cerah...tidak seperti biasa dimana hujan turun begitu deras dan membanjiri wilayah jakarta yang tercinta....pukul menunjukkan pukul 12.30 dan na masih di atas tempat tidur dengan notebook mungil yang memiliki koneksi dengan internet yang mengagumkan.

Siang ini na pengen cerita...
seorang kakak pernah mengatakan pada na bahwa cinta itu seharusnya adalah unconditional love. Actually, i agree with him. Di dalam ilmu yang na pelajari unconditional love merupakan cinta yang murni dan yang paling indah, but in practical ia sulit untuk dilakukan....salah satu latihan awal dalam mengimplementasikan jenis cinta ini adalah dengan memberi...

sungguh....na tak bisa memberikan apapun padamu duhai kakakku, namun pagi ini na mencoba mengimpelemtasikannya dengan mengesampingkan ego dan keangkuhan yang menjadi penghalang untuk mengungkapkan segenap rasa...rasa dimana na menyadari bahwa engkau adalah sesuatu yang sangat penting bagi na, dan na akan senantiasa memberi perhatian coz....u are a wonderful thing that Allah creates for every people serrounding u....and i'm proud of u.
semoga...apa yang na lakukan pagi ini tidak membuatmu semakin terluka atau membenci na, melainkan menjadi tersenyum dan berguna....